Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2009

kata mutiara

1

Gerhana matahari lebih baik dari gerhana nurani. Gerhana bulan masih lebih baik dari gerhana akal pikiran. Sedangkan gerhana nafsu adalah keselamatan bagimu

2

Tidaklah engkau tersenyum, melainkan otot-otot wajahmu berterima kasih padamu

3

Setiap senyuman memiliki makna. Makna terendahnya adalah tipu muslihat. Makna tertingginya adalah tulus ikhlas

ketika

Ketika dalam kesulitan

aku mengharap pertolongan-Mu

namun ketika dalam kemudahan

aku tiada ingat pada-Mu

Ketika dalam kebimbangan

aku memohon petunjuk-Mu

namun ketika dalam keyakinan

aku hanya ‘meremehkan-Mu’

Ketika dalam perjuangan

aku tekun beribadah

namun ketika berjaya

terlalailah kewajiban

Ketika dalam ‘kemiskinan’

aku selalu mengharapkan-Mu

namun ketika aku ‘kaya’

aku jadi lupa daratan

itulah aku

bantulah aku …




Semoga Bersua Kembali


Semoga kita bersua kembali

dalam nuansa cinta dan kasih

cinta karena Ilahi

hingga di akhirat nanti

Buanglah iri dan benci

rasa dendam di diri

kita umat yang satu

janganlah berseteru

Mari saling berjabatan

Pohonkan kemaafan

saling mengikhlaskan diri

atas segala kesalahan

Usahlah disedihkan hati

apa yang telah terjadi

semua akan menjadi

memori hidup ini

Rabu, 17 Desember 2008

IBU

Puisi untuk Ibu

by namora

Meskipun dirimu manusia biasa
bagiku engkaulah malaikatku
yang tak pernah lelah
membimbingku

ibu, maafkanlah aku
yang dulu sering tidak memahamimu
yang kadang meremehkanmu

ibu engkaulah suwargo katon itu
tak pernah terlambat memberi kedamaian
semoga kau bahagia selalu
semoga aku dapat membahagiakanmu

ibu, hari ini kami memperingatimu
ibu, “selamat hari ibu”
terimalah salamku
dari anakmu


IBU…
Theme Song : “Raihan - Odei Anak”

Perih dan pilu ketika kau mengandungku
Meregang, mengerang ketika kau melahirkanku
Tapi ada seyum tulus di wajahmu
Seyum bahagia atas lahirnya anak tercinta
Merah merona bagai mawar di taman syurga

Belai kasihmu
Lembut, membuat reda tangisku
Nina bobomu
Merdu, membuat pulas lelapku
Seyum tulusmu bersinar
laksana embun terpaan mentari
Canda tawamu
Ah..itu, geli aku mengingatnya

Ibu…
Tak ada sesal di hatimu
Ketika kau belikan aku mainan dari uang dapurmu
Tak ada kesal di hatimu
Ketika kau bangun karena tangisku di tengah malammu
Karena aku adalah buah hatimu
aku adalah cintamu
aku adalah harapanmu

Ibu…
Kaulah yang melindungiku dari kemarahan ayah yang menggebu
Kaulah yang menahan malu ketika meminjam uang untuk biaya hidupku
Tapi apa balasanku ibu…
Kausuruhpun aku tak mau
Permintaanmu kuanggap angin lalu
Berjuta alasan aku ungkapkan
Bahkan bentakan pernah pula aku lakukan

Ibu…
Kasih sayang tulusmu
Kubalas dengan cinta pada orang yang kuanggap ‘lucu’
Kala kau menangis tersedu
Kubalas dengan kepergianku, meninggalkanmu

Lalu..
Pantaskah aku disebut anak sholeh, ibu..
Pantaskah aku disebut anak berbakti, ibu..
Pantaskah….
Ya Allah… apakah hati ini sudah membatu
Apakah diri ini sudah tak lagi malu
Sampai-sampai kuhinakan ibu kandungku

Ya Allah, Astagfirullah…
Bukankah syurga di bawah telapak kaki ibu
Bukankah dia yang pertama kali harus kucinta setelah Engkau dan rasulMu
Maafkanlah diriku ibu
Maafkanlah anakmu yang durhaka ini
Ingin rasanya kucium tanganmu ibu
Ingin rasanya kupeluk dirimu
Dan kubisikkan di telingamu
“Aku sayang padamu ibu….”

Ya Allah…
Izinkanlah aku berbakti pada ibuku
Walau cuma sekali dalam hidupku
Sebelum kau pisahkan aku dengan ibuku…